Tata Rias SOLO BASAHAN untuk Pengantin adat Jawa

Tata Rias Pengantin Solo Basahan. Busana pengantin adat Jawa Solo/Surakarta merupakan suatu bentuk karya budaya yang Adiluhung penuh makna filosofi tinggi. Tradisi tata rias busana ini terinspirasi dari busana para bangsawan dan raja keraton Kasunanan Surakarta serta Istana Mangkunegaran, Jawa Tengah. Tata rias busana pengantin Solo tidak mempunyai banyak ragam dan gaya seperti tata rias busana pengantin Jogja. Namun tentu tidak kalah memikat dan indah untuk dilihat. Ada gaya tata rias dan busana pengantin Solo Putri dan tata rias busana pengantin Solo Basahan

Dalam tata rias wajah pengantin Solo, termasuk pula pengantin Solo Putri, biasanya mengikuti putri-putri raja di masa lalu. Kulit yang halus mulus, bersih dan kuning berkat ketekunan dan kerajinan mereka merawat kecantikan mulai dari lulur, mangir, ratus untuk rambut, mandi rempah dan minum jamu.

Berikut adalah tata rias dan busana pengantin Solo Basahan :

PENGANTIN WANITA
Paes atau riasan dahi pada wajah pengantin wanita Solo termasuk pula Solo Basahan merupakan ciri khas pengantin Jawa. Paes adalah perlambang kecantikan dan simbol membuang perbuatan buruk. Selain itu, merupakan awal si pengantin menuju kedewasaan. Paes pengantin Solo Basahan berwarna hijau dan terdiri dari 4 bentuk cengkorongan yaitu bentuk Gajahan, bentuk Pengapit, Penitis, dan Godeg. Hal lain yang membedakan Pengantin Solo Basahan dengan Pengantin Solo Putri yaitu Pengantin Solo Basahan bentuk alis yang menyerupai tanduk rusa (menjangan).

Sanggul pengantin Solo Basahan disebut Sanggul Bokor Mengkurep. Sanggul ini disebut demikian karena bentuknya menyerupai bokor yang tengkurap. Sanggul Bokor Mengkurep hanya digunakan oleh Bedaya Ketawang dan Pengantin Solo Basahan. Sanggul Bokor Mengkurep ditutup dengan rajut melati kawungan. Pengantin Solo Basahan tidak mengenakan Borokan (bunga melati yang telah ditusuk dengan lidi atau harnal dan dipasang di rambut) dan Sintingan (dua buah bunga kantil diselipkan pada rambut di sebelah kiri sanggul), seperti halnya pengantin solo Putri.

Klik disini untuk melihat langgsung dari Youtube


Hiasan penting di sanggul yaitu Cunduk Mentul, Semyok berbentuk garuda, Cunduk Jungkat, Centung, dan Tiba Dada Salangan/Wiji Timun. Cunduk Mentul berjumlah 9 buah dan dipasang seperti kipas menghadap ke depan. Semyok dipasang di bagian tengah sanggul.

Cunduk Jungkat berupa hiasan yang dipasang dari arah depan di atas ubun-ubun, sementara Centung dipasangkan pada pangkal pengapit sebelah kiri dan kanan. Sedangkan Tiba Dada Salangan/Wiji Timun dipasang di atas sanggul di sebelah kanan teruntai hingga dada sebelah kanan.

Sebagai pelengkap adalah Subang Brumbungan, sebuah kalung Somyok, dua buah bros dan dua buah cincin.

PENGANTIN PRIA
Tata rias wajah dan rambut pengantin pria Solo Basahan pun terinspirasi dari raja keraton Kasunanan Surakarta. Di atas kepala, pengantin pria mengenakan Kuluk Matak (semacam topi) berwarna kebiru-biruan. Sebagai pelengkap, dua buah bunga melati setengah mekar yang ditusuk dengan lidi, diselipkan pada telinga kanan dan kiri.

Hiasan Penting Keris sebagai Simbul bahwa Pria menjadi kepala keluarga sebagai tauladan yang mampu mengayomi dan melindungi bagi Keluarga.

Nb. Sebagai tambahan dari kami yang perlu di perhatikan jika Sobat Pembaca UPHil n RAGHiel ingin mentukan riasan mana yang ingin sobat gunakan saat wedding nanti biar gak salah pilih perhatikan jenis face muka anda berbentuk Oval, Bulat, Panjang , Persegi atau Segitiga. Untuk lebih jelasnya mengenai bentuk wajah bisa dibaca disini.
Setahu saya untuk jenis face Oval bisa pakai tata rias apa saja, untuk face bulat lebih baik pakai tata rias wajah Solo Basahan, untuk face panjang pakai tata rias Paes Ageng namun demikian ada baiknya kosultasikan dulu dengan Perias anda.

Baca juga artikel saya Tata Rias PAES AGENG untuk Pengantin Jawa Semoga bermanfaat.
No comment Add a comment
Cancel Reply
GetID
Copyright ©2013 UPHiL n RAGHieL by
Template by Ghibratz
Powered by Blogger